DISAYANGKAN Putra Daerah Sidoarjo belum mendapatkan tempat berkarya di Daerah Sendiri

 


Sidoarjo. Inspirasiglobal .net  15 Agustus 2026. Ada sebuah prinsip tua dalam dunia akademik dan kebijakan, sebuah gagasan baru memerlukan dua hal untuk dapat bergerak mengubah dunia kebenaran dan kepercayaan.

Kebenaran ditemukan melalui riset, observasi, dan pengalaman lapangan. Kepercayaan dibangun melalui pengakuan dari mereka yang memiliki otoritas dan rekam jejak yang diakui publik.


Sebuah buku dikatakan berhasil bukan hanya ketika ia selesai ditulis, melainkan ketika ia diakui oleh mereka yang paling berhak menilainya para pemegang amanah publik, penegak hukum, pemimpin daerah, akademisi, dan tokoh yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan persoalan yang diangkat. Dalam konteks itulah, kehadiran buku “Common Sense In Action: Membangun Kesadaran Etika Melalui Pengolahan Air Limbah”,

lahir dari kolaborasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan, praktisi lingkungan hidup,dan aplikator Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ini memiliki makna yang jauh melampaui sebuah penerbitan biasa.


Tidak banyak buku yang mampu menyatukan dalam satu halaman dukungan dari seorang jenderal polisi dari Mabes Polri, seorang wakil kepala kejaksaan tinggi, perwira menengah dari Polda dan BIN, komandan pangkalan militer, rektor universitas, kepala puskesmas, hingga pemimpin organisasi keagamaan terbesar di tingkat cabang.


Namun buku inilah yang ditulis oleh Romi Harris Saputra (Praktisi Lingkungan Hidup), Kresna Bayu (Ketua Umum HMI Bangkalan), Akhmad Syahruddin (Aplikator Ipal) dan Bahrulloh (Kepala Bidang HAM dan Lingkungan Hidup HMI Bangkalan) dapat berhasil melakukannya dan ini bukan kebetulan. Ini adalah cerminan dari bobot persoalan yang diangkat dan ketulusan niat yang mendasarinya.


Akan tetapi hal ini sangat disayangkan sekali ketika putra Daerah Sidoarjo alumni SMKN Perkapalan (SMKN 3 Buduran) sekarang, Romi Harris Saputra seorang praktisi lingkungan hidup sekaligus penulis, telah menghasilkan 2 karya di daerah kabupaten lain berupa buku berjudul :

* Hipnosis Seni Dalam Menjaga Etika Lingkungan Hidup.

* Common Sense In Action Membangun Kesadaran Etika Melalui Pengolahan Air Limbah.

Dan bahkan kontribusinya sejak tahun 2015 di luar kota dan luar pulau dalam pengelolaan air kotor (limbah) menjadi air bersih (baku mutu), sedangkan di daerahnya sendiri Kabupaten Sidoarjo tidak satupun berkarya dan berkontribusi.

Hal ini dikarenakan birokrasi Kabupaten Sidoarjo tidak memberinya kesempatan.(Bulan).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama